Thursday, 17 October 2019 11:33

Turbin angin Tangguh untuk pesisir

Tim Pusat Penelitian Fisika LIPI membuat turbin angin yang tahan dalam kondisi iklim tropis Indonesia. Dirancang untuk pengguna rumah tangga di kawasan pesisir.

TIM Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia mengembangkan turbin angin berukuran kecil sebagai bagian dari riset energi terbarukan untuk sumber listrik. Mereka merancang turbin angin yang memiliki daya tahan lebih lama dibanding produk sejenis yang ada di pasar dan untuk digunakan buat skala rumah tangga.

Peneliti dari Pusat Penelitian Fisika LIPI, Agus Sukarto Wismo Nugroho, mengatakan pengembangan turbin angin sudah dilakukannya dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah lembaga penelitian nasional pun turut berpartisipasi. “Masalahnya adalah umur peralatannya pendek setelah dipasang, sekitar setahun sudah macet,” kata Agus pada Rabu, 2 Oktober lalu.

Indonesia memiliki potensi energi angin yang bisa dimanfaatkan untuk memproduksi listrik. Namun kondisi alam Indonesia rupanya membawa dampak besar pada masa operasional turbin angin. Daya tahan menjadi penting karena turbin angin digunakan di kawasan tropis. “Desain khusus tahan hujan dan korosi sehingga usianya lebih lama,” ucap Agus

Menurut Agus, turbin angin yang ia kembangkan ini merupakan penyesuaian riset untuk membuat produk aplikatif. Sejak 10 tahun lalu para peneliti sudah menguasai teknologi magnet, yang menjadi komponen penting dalam turbin angin. Masalahnya ada keterbatasan bahan baku lokal dan peralatan riset. “Membikin magnet jadi sulit dan butuh waktu panjang, padahal ini riset untuk energi,” ujarnya.

Pusat Penelitian Fisika berkolaborasi dengan mitra riset asal Jepang, A Wing Group, mengembangkan turbin angin ini sejak 2018. A Wing sebelumnya bekerja sama dengan Pusat Penelitian Biomaterial LIPI mengembangkan bilah baling-baling berbahan kayu. Namun komponen turbin angin lain masih harus diimpor.

Agus dan timnya merancang bangun ulang teknologi turbin angin A Wing Group yang disesuaikan dengan kondisi alam Indonesia. Mereka menargetkan turbin angin tersebut juga bisa diproduksi secara lokal. “Dalam proses selanjutnya ada efisiensi,” tuturnya.

Desain baru membuat turbin angin dapat digunakan dalam jangka panjang. Masa operasionalnya diperkirakan bisa mencapai 10 tahun. Hal ini didasarkan pada desain turbin angin A Wing yang dipasang pada 2011 dan masih berputar dengan sehat hingga sekarang. “Daya tahan sangat penting, di atas lima tahun tanpa perlu perawatan besar,” ujar Agus.

Para peneliti juga mendesain turbin sesuai dengan kondisi angin Indonesia yang sepoi-sepoi. Dengan kecepatan angin rendah, sekitar 2 meter per detik, turbin sudah bisa berputar dan menghasilkan listrik. “Turbin angin yang ada di pasar Indonesia baru berputar kalau kecepatan anginnya di atas 2 meter per detik,” kata Agus.

Turbin angin kecil ini menghasilkan daya listrik bervariasi tergantung kecepatan angin. Purwarupa yang dibuat para peneliti LIPI bisa menghasilkan listrik hingga 1.000 watt. Agus mengatakan turbin ini dirancang untuk digunakan konsumen skala rumah tangga. “Desainnya adalah untuk daerah pesisir,” ujarnya.

Menurut Agus, uji coba turbin angin ini akan dilakukan bersamaan dengan pengoperasian produk milik A Wing Group. Penelitian ini nantinya bisa menjadi sistem dasar dalam memproduksi turbin angin lokal. “Mengembangkan turbin angin besar dari awal itu berat, perlu kerja sama dengan lembaga riset lain,” katanya.

 

 

 

Casino Bet 365 is best casino in the world.

Free Templates - bigtheme.net
Popular Art Betting make bookies articles.